Minggu, 17 April 2011

Perbedaan Perusahaan Jasa dan Dagang

A. Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa (service business) merupakan perusahaan yang tidak menghasilkan barang atau produk, tetapi menghasilkan output berupa jasa.
Contoh perusahaan jasa :
1. Hotel Regent, menghasilkan produk penginapan
2. Disney, tempat hiburan
3. Telkom, produknya berupa telekomunikasi
Perusahaan jasa memiliki kegiatan utama untuk memberIkan jasa kepada pengguna jasa. Perusahaan ini memperoleh pendapatan jasa dari jasa yang telah diberikan kepada pengguna jasa dan dilaporkan sebagai pendapatan jasa (fee earned). Beban operasi yang terjadi dikurangkan ke pendapatan jasa untuk mendapatkan laba bersih.
Kegiatan utama perusahaan jasa adalah menjual jasanya kepada pengguna jasa

Ciri-Ciri Perusahaan Jasa

Sebelumnya kamu perlu mengenal ciri-ciri perusahaan jasa yang membedakannya dengan perusahaan jenis lain.
a. Perusahaan jasa tidak menawarkan produk yang jelas wujudnya. Sebuah perusahaan jasa pada hakikatnya tidaklah menjual produk yang berwjud. Jasa adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat bentuk fisiknya, namun dapat dirasakan manfaat atau faedahnya.
b. Sulit untuk mengukur standar harga pada jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan jasa. Harga yang mungkin dikenakan oleh suatu perusahaan jasa, pada tiket pesawat udara, misalnya, sebenarnya tidaklah mutlak. Mahal atau murahnya harga suatu jasa tergantung pada tingkat kepuasan konsumen yang menikmati jasa tersebut.
Siklus akuntansi perusahaan jasa (dan juga untuk perusahaan jenis lain) pada umunmya bisa dikelompokkan sebagai berikut.
(1) Tahap peneatatan, meliputi analisis transaksi dan bukti-bukti transaksi penjurnalan, dan pentindabbukuan (posting) dari jurnal ke akun-akun.
(2) Tahap pengikhtisaran, meliputi pembuatan neraca saldo.
(3) Tahap pembuatan laporan keuangan, yaitu neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

B. Perusahaan Dagang

            Perusahaan dagang (merchandising business) menjual produk kepada konsumen. Akan tetapi,perusahaan ini tidak menghasilkan barangnya sendiri, namun membelinya dari perusahaan lain   (misalnya, dari perusahaan pabrikan).
Contoh perusahaan dagang:
1. Giant, menjual berbagai kebutuhan sehari-hari
2. Mizan, menjual buku
3. Toys “R” Us, menjual mainan
Perusahaan dagang memiliki kegiatan utama membeli dan kemudian menjual barang dagangan. Perusahaan dagang dibedakan menjadi dua, yaitu perusahaan dagang besar (grosir) yang membeli barang dari pabrik dan menjual kepada perusahaan dagang pengecer, dan perusahaan dagang kecil atau pengecer yang membeli barang dari grosir kemudian dijual kepada pelanggan perorangan dengan harga eceran. Contoh: toko baju, toko sepatu, swalayan, toserba dan lain-lain.
Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan

Aktivitas perusahaan dagang untuk menghasilkan pendapatan melibatkan kegiatan menjual barang dagangan kepada pelanggan. Bila barang dagang tersebut telah dijual akan dilaporkan sebagai penjualan, dan biaya dari barang tersebut disebut sebagai harga pokok penjualan/ beban pokok penjualan (cost of goods sold atau cost of merchandhise sold). Penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan merupakan laba kotor (gross profit). Disebut demikian karena belum dikurangi dengan beban operasi. Barang dagangan yang belum terjual pada akhir periode akuntansi disebut persediaan barang dagangan (merchandhise
inventory), yang akan dilaporkan di neraca sebagai asset lancar.

Ciri-Ciri Perusahaan Dagang

a.      Penghasilan diperoleh dari hasil penyerahan/penjualan barang dagangan.
b.      Barang dagangan yang diperjualbelikan tidak diubah bentuk maupun fungsinya.
c.      Rekening-rekening yang terdapat pada perusahaan dagang antara lain; pembelian atau persediaan barang dagangan, retur dan pengurangan harga pembelian, potongan pembelian, beban angkut pembelian, penjualan, retur dan pengurangan harga penjualan, potongan penjualan, harga pokok penjualan, dan beban angkut penjualan.
d.     Beban usaha perusahaan dibedakan dalam dua kelompok, yaitu beban pemasaran dan beban administrasi umum.
Beban pemasaran adalah  semua beban  yang ditanggung atau dikeluarkan dalam rangka penyerahan barang dagangan kepada konsumen/pelanggan (misalnya, gaji pegawai bagian pemasaran, beban angkut penjualan).
Sedangkan beban administrasi umum adalah beban yang ditanggung atau dikeluarkan dalam rangka pengelolaan/manajerial perusahaan (misalnya, gaji pegawai bagiankantor, pemakaian perlengkapan kantor).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar